Lindungi Anak dan Remaja Kita dari Varian Baru Covid-19
| Dilihat 960 Kali

Lindungi Anak dan Remaja Kita dari Varian Baru Covid-19

Lindungi Anak dan Remaja Kita dari Varian Baru Covid-19

Kasus positif Covid-19 di Indonesia pada kelompok usia anak kian menanjak mencapai sekitar 11-12 persen. Kasus Covid-19 pada anak di Indonesia merupakan kasus yang tertinggi di dunia. Hal ini perlu mendapat perhatian sangat serius dari para orang tua, tenaga pendidik, juga kalangan remaja, dan pihak-pihak yang bersangkutan lainnya.

Menurut Ketua Umum IDAI Prof. Dr. Aman B. Pulungan, angka 11-12 persenartinya seharusnya ada sekitar 210.000-230.000 kasus Covid-19 pada anak. Namun, dari data yang dikumpulkan oleh seluruh ketua cabang IDAI di Indonesia per minggunya, yang dilaporkan oleh dokter anak yang merawat dan mencari datanya, tercatat hanya ada 113.000 kasus Covid-19 pada anak di Tanah Air. "Jadi berarti, ada 100.000-an (kasus Covid-19 anak) yang tidak terlapor," kata dia. Data real Covid-19 pada anak masih sulit disebabkan oleh jumlah testing yang sangat sedikit akibat ketakutan anak atau orang tua untuk anaknya dites. Prof. Dr. Aman menegaskan, jika data real kasus Covid-19 pada anak belum ada atau belum jelas, sebetulnya sekolah belum bisa dibuka/ tatap muka.

Berdasarkan laporan Satgas Penanganan Covid-19 “Update Data Nasional dan Analisis Kasus Covid-19 pada Anak-anak” per 24 Juni 2020 menyatakan bahwa 250 ribu kasus (12.6 %) berasal dari kelompok usia anak. Proporsi terbesar berada pada kelompok usia 7-12 tahun (28,02%), diikuti oleh kelompok usia 16-18 tahun (25,23%) dan 13-15 tahun (19,92%).

Namun, berdasarkan persentase angka kematian, yang tertinggi justru berada pada kelompok umur 0-2 tahun (0,81%), diikuti oleh kelompok usia 16-18 tahun (0,22%) dan 3-6 tahun (0,19%).

Menurut data UNICEF dan IDAI, jumlah kematian pada anak balita menurun hingga tahun 2019. Namun, memasuki masa pandemi Covid-19, data real IDAI menunjukkanadanya peningkatan kematian pada anak sekitar 50 persen.

Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menunjukkan kelompok usia anak menjadi rentan terhadap penularan Covid-19. Ketua Umum IDAI menyatakan, sebanyak 1 dari 8 kasus Covid-19 adalah anak-anak. Dari jumlah kasus itu, sebanyak 3-5 persen di antaranya meninggal dunia, dan separuhnya adalah balita.

Sejumlah penelitian menyebutkan, varian-varian baru virus Covid-19 memiliki daya penularan lebih tinggi dibanding virus Covid-19 awal. Dari empat varian baru yang berkembang, varian Delta asal India dinyatakan sebagai paling berbahaya, dengan daya tular 97 persen lebih tinggi. Diikuti oleh varian Gamma (Brasil) 38 persen,  Alpha (Inggris) 29 persen, dan Beta (Afrika Selatan) 25 persen.

Oleh karena itu, potensi penularan masif pada kelompok usia anak perlu sangat diwaspadai dan dilakukan upaya pencegahan secara lebih ketat. Anak-anak dihimbau untuk tetap beraktivitas di rumah saja, hanya keluar rumah jika ada hal yang penting atau darurat dengan tetap memakai masker, menjaga jarak minimal 1 meter, dan mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir minimal 20 detik.

Mari Lindungi Anak dan Remaja Kita dari Penularan Covid-19, Sekarang Juga.

 

Kontributor:

Eunice Margarini, SKM, MIPH (PKM Ahli Muda, Direktorat Promkes dan PM, Kementerian Kesehatan)



Artikel Sebelumnya
Pemberdayaan Masyarakat, Sarat akan Makna
Artikel Selanjutnya
Remaja Putri Sehat Bebas Anemia di Masa Pandemi Covid-19