HAS 2021 – Akhiri AIDS: Cegah HIV, Akses Untuk Semua
| Dilihat 526 Kali

HAS 2021 – Akhiri AIDS: Cegah HIV, Akses Untuk Semua

HAS 2021 – Akhiri AIDS: Cegah HIV, Akses Untuk Semua

HIV-AIDS masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional, walaupun angka insiden dan kematian mengalami kecenderungan penurunan dalam 10 tahun terakhir. Secara global, epidemi HIV mengalami penurunan sekitar 33% sejak tahun 2001, sehingga pada tahun 2012 diperkirakan terjadi sekitar 2.3 juta infeksi baru pada dewasa dan anak. Kematian yang dikaitkan dengan AIDS menurun sampai 30% sejak 2005 karena peningkatan akses pengobatan ARV, termasuk kematian yang dikaitkan dengan TBC, juga menurun sampai 30% sejak 2004. Kematian terkait AIDS menurun dari puncaknya pada tahun 2004dengan 1.7 juta kematian terkait AIDS per tahun menjadi 770 ribu kematian terkait AIDS pada tahun 2016.

Indonesia berupaya untuk mencapai Ending AIDS pada tahun 2030 sebagai bentuk komitmen bersama negara-negara lain di dunia. Beberapa langkah strategis dilakukan untuk mencapaitarget indikator SDG’s, RPJMN, Renstra, triple 95, dan pencapaian Three Zeroes. Triple 95 artinya 95 (persen) orang estimasi ODHA (orang dengan HIV/AIDS) yang ada di Indonesia mengetahui status HIV-nya. 95 persen orang yang mengetahui status HIV-nya dalam pengobatan ARV. Dan 95 persen orang yang dalam pengobatan ARV berhasil menekan jumlah virusnya. Adapun Three Zeroes, yaitu tidak ada infeksi baru HIV, kemudian tidak ada kematian akibat AIDS, dan yang terakhir tidak ada stigma dan diskriminasi untuk mencapai eliminasi HIV pada 2030 mendatang.

Tantangan penanggulangan HIV-AIDS dan IMS di Indonesia adalah bagaimana meniadakan inekualitas dan menjamin kesetaraan. Selain itu, menjaga semua upaya mengakhiri AIDS pada tahun 2030 tetap pada jalurnya menjadi tantangan terbesar.

Hari AIDS Sedunia (HAS) pertama kali diperingati pada 1 Desember 1988. HAS setiap tahunnya diperingati untuk meningkatkan kesadaran tentang infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) sebagai penyakit yang menyerang tubuh manusia dalam waktu lama. Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2021 mengacu kepada tema global“End Inequalities, End AIDS, End Pandemics”, dan di Indonesia diangkat tema “Akhiri AIDS: Cegah HIV, Akses untuk Semua”. Pesan kunci yang ingin diangkat terkait penguatan komitmen, perluasan akses layanan, penguatan kemitraan, dan inovasi program. Rangkaian HAS 2021 dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) melalui penggerakan sumber daya yang melibatkan semua sektor terkait.

Beberapa kegiatan rangkaian HAS 2021 berupa kampanye pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS dan IMS, webinar, talkshow di radio dan televisi, temu media, serta lomba TikTok dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS dan IMS melalui cara kreatif dan kekinian. Sedangkan di daerah, secara umum rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam kerangka advokasi kepada penentu kebijakan agar memberikan dukungan dengan output penerbitan Surat Edaran, serta edukasi kepada masyarakat melalui talkshow bersama tokoh ahli dan tokoh agama/masyarakat melalui televisi dan radio; Bina suasana dengan penempatan berbagai materi kampanye melalui berbagai lini/media; dan Kemitraan dengan komunitas, ormas, dan dunia usaha untuk highlight pentingnya pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS dan PMS.

Pada hari Rabu, 1 Desember 2021, diselenggarakan Acara Puncak Peringatan Hari AIDS Sedunia sebagai bentuk selebrasi keterlibatan multi sektoral dalam penanggulangan HIV-AIDS dan PMS. Bertempat di Hotel Kempinski Jakarta, dan ditayangkan secara live(1) bagi seluruh peserta di seluruh pelosok Indonesia. Pada pembukaan acara, laporan ketua panitia oleh Plt Direktur Jenderal P2P Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS yang menyampaikan berbagai rangkaian kegiatan peringatan HAS 2021. Selanjutnya, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III Kemendagri, R. Budiono Subambang, ST, MPM mewakili Mendagri memberikan sambutan. Dalam pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS, Kemendagri telah menetapkan Permendagri nomor 100 tahun 2018 tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal, dimana diatur jenis pelayanan dasar bagi mereka yang berisiko HIV-AIDS agar mendapatkan edukasi, tes skrining, serta mendapatkan rujukan pengobatan lebih lanjut yang mana harus dipastikan dibiayai oleh Pemda masing-masing. Juga, berdasarkan Permendagri nomor 18 tahun 2020, HIV-AIDS harus dilaporkan dalam laporan penyelenggaraan pemerintah daerah tahunan menjadi kinerja pemerintah yang perlu dimonitor Kemendagri. Diharapkan pemantauan komitmen daerah semakin memperkuat dukungan pemda dalam pengendalian HIV-AIDS di Indonesia, termasuk bagi populasi kunci. Dalam hal pemberdayaan masyarakat dan pelibatan komponen masyarakat, telah diterbitkan Permendagri nomor 20 tahun 2007 tentang Komisi Penanggulangan AIDS di daerah. Tentunya menjadi suatu penguatan ketika seluruh komponen masyarakat bahu membahu mendukung upaya pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS sampai kepada lingkup pemerintahan desa. Berdasarkan surat Kemendagri nomor 44324/3892/SJ tanggal 16 Juli 2021 perihal Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program ASEAN Cities: Getting to Zeroes Ending AIDS tahun 2030, terdapat 27 kabupaten/kota yang diharapkan menjadi daerah percontohan bagi percepatan penanggulangan AIDS yang sekiranya dapat direplikasi dan diperluas ke kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Pada 8 Desember 2021, Kemendagri akan dilaksanakan evaluasi program oleh Sekjen Kemendagri beserta seluruh pemimpin daerah 27 kabupaten/kota tersebut. Kemendagri menyampaikan ucapan terima kasih atas apresiasi dari Kemenkes dalam upaya percepatan pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS di Indonesia ini.

Dalam acara puncak tersebut, disampaikan pemberian penghargaan dalam menyukseskan percepatan pengendalian HIV-AIDS di Indonesia kepada perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Penghargaan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D yang dilanjutkan dengan penyampaian sambutan HAS 2021 kepada seluruh partisipan acara baik secara luring maupun daring. Peringatan HAS merupakan momentum kolaborasi dan koordinasi lintas sektoral dalam upaya percepatan pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS di Indonesia agar dapat mencapai target Ending AIDS tahun 2030. Kemenkes memiliki upaya agar meminimalisir stigma dan diskriminasi, tentunya dengan memperluas akses layanan secara komprehensif kepada masyarakat yang berisiko HIV-AIDS. Namun, capaian masih belum optimal, dimana terdapat 70% ODHA mengetahui status HIVnya, 39.6% ODHA yang mengetahui status HIVnya yang mendapatkan Anti Retro Viral (ARV), dan 32.4% yang mendapatkan ARV baru turun viral load-nya. Ini adalah upaya yang terus menerus dilakukan dengan salah satunya puncak peringatan Hari Aids Sedunia untuk kolaborasi multisectoral. Untuk menghambat lajunya penularan HIV tersebut, dilakukan S.T.OP HIV, yaitu Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan. Suluh merupakan masyarakat mendapat informasi yang benar mengenai HIV AIDS; Temukan yaitu 95% ODHIV mengetahui statusnya; Obati yaitu 95% ODHIV yang tahu statusnya mendapat ARV, serta Pertahankan yaitu 95% ODHIV dalam terapi ARV mengalami penekanan jumlah virus.

Acara dilanjutkan dengan sesi door prize dengan melontarkan pertanyaan seputar HIV-AIDS kepada partisipan acara. Lalu, dilanjutkan dengan sesi stand up comedy oleh Ephi Pae yang juga berisi pesan-pesan pendukung pencegahan HIV-AIDS, seperti seputar penggunaan alat pencegahan HIV, yaitu kondom beserta seluk beluknya yang tentunya dibalut dengan komedi. Hal ini menjadi salah satu cara penyampaian informasi yang tepat guna, khususnya kepada sasaran populasi kunci. Di akhir acara puncak peringatan HAS 2021 tersebut, disampaikan hasil pengumuman lomba Tiktok HAS 2021.

Diperlukan komitmen dan dukungan semua pemangku kepentingan untuk keberhasilan penanggulangan HIV-AIDS dan pencapaian target. Keberhasilan penanggulangan HIV-AIDS dan IMS merupakan hasil kerja bersama multisektor pemerintah pusat dan daerah, akademisi/praktisi, masyarakat, swasta, dan media.

Kontributor:

Eunice Margarini, SKM, MIPH

 

Sumber:

Buku Pedoman HAS 2021

 

Hari Aids Sedunia 2021

 

Link Acara: https://www.youtube.com/watch?v=we2eELxXjzg

Link Media: https://bit.ly/FILEHAS2021

Twibbon: https://twb.nz/hariaidssedunia-2021



Artikel Sebelumnya
Pemberdayaan Masyarakat, Sarat akan Makna
Artikel Selanjutnya
Deklarasi Semarang : Pembudayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat bersama Kepala Daerah.