Cegah Silent Pandemic, Indonesia Atur Penggunaan Antibiotik

| Dilihat 365 Kali

Cegah Silent Pandemic,  Indonesia Atur Penggunaan Antibiotik
Cegah Silent Pandemic, Indonesia Atur Penggunaan Antibiotik

Pada kegiatan pertemuan Side Event AMR dalam rangkaian G20, dr. Dante Saksono Harbuwono selaku Wakil Menteri Kesehatan RI menginisiasi pembahasan mengenai aturan penggunaan antibiotik. Hal ini dilakukan karena ditemukan sebanyak 1,2 juta kematian terjadi akibat adanya resistensi antibiotik pada tubuh seseorang yang diakibatkan oleh mikroba atau antimicrobial resistance (AMR),

Kejadian ini disebut oleh dr. Dante sebagai silent pandemic, karena melihat banyaknya jumlah korban yang berjatuhan akibat AMR tersebut. Resistensi antibiotik akibat mikroba ini terjadi karena adanya protokol pengobatan yang sembarangan, sehingga menyebabkan infeksi yang terjadi pada pasien menjadi bertambah parah dan menjadi salah satu faktor kematian.

Dalam keterangannya, dr. Dante juga menyebutkan bahwa hal ini penting untuk dilakukan untuk mengatur penggunaan antibiotik yang lebih rasional, sehingga kematian dapat lebih diminimalisir. Lebih lanjut, Wamenkes juga menambahkan bahwa pihaknya akan mempercepat penanggulangan AMR di Indonesia, karena saat ini Indonesia menjadi salah satu negara tropis dengan angka infeksi yang tinggi. Bahasan ini diperlukan untuk mengatur penggunaan antibiotik yang lebih rasional, sehingga kematian akibat kesalahan penggunaan antibiotik menjadi berkurang. Resistensi antibiotik akibat mikroba bisa juga berasal dari hewan dan tumbuhan.

Wamenkes menyoroti pendekatan one health dalam merespons masalah tersebut. Hal tersebut juga penting dilakukan karena ternyata banyak sekali penggunaan antibiotik pada hewan dan tumbuhan yang tidak rasional dan menyebabkan resistensi pada manusia.

Kementerian Kesehatan berkomitmen bekerja sama dengan kementerian teknis lain untuk melakukan transformasi sistem kesehatan bersama. “Di antara inisiatif yang dilakukan, kami menawarkan penyelesaian masalah AMR, yakni dengan pembentukan inisiatif sains berbasis genom biomedis pada pengobatan yang bersifat presisi,” ungkap Wamenkes.

Kementerian Kesehatan juga akan mempercepat upaya penanggulangan AMR, terutama di Indonesia. Negara-negara G20 juga memiliki peran strategis untuk mendorong pencegahan dan pengendalian AMR yang berkelanjutan di tingkat nasional dan global.  



Review: Astasari