Presiden Joko Widodo Apresiasi Penurunan Angka Stunting dalam acara Rakerkesnas 2019
| Dilihat 404 Kali

Presiden Joko Widodo Apresiasi Penurunan Angka Stunting dan Kematian Ibu di Indonesia dalam acara Rakerkesnas 2019

Presiden Joko Widodo Apresiasi Penurunan Angka Stunting dan Kematian Ibu di Indonesia dalam acara Rakerkesnas 2019

Dalam pembukaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2019 yang dilaksanakan di gedung ICE BSD, Tangerang, Banten, Selasa (12/2/2019). Presiden Joko Widodo membahas tentang angka stunting yang terus mengalami penurunan di Indonesia. Presiden juga mempertegas target untuk menghilangkan stunting di tanah air.

“Pada tahun 2014, angka stunting di Indonesia 37%. Alhamdulilah berkat kerja keras kita semua sekarang sudah turun menjadi 30%. Dan ini harus turun lagi menjadi 20%, menjadi 10%, dan hilang," ujar Presiden.

Dalam kesempatan ini beliau juga menambahkan, penurunan stunting juga akan mempengaruhi pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia. sehingga nantinya SDM Indonesia bisa bersaing dengan SDM dari negara lain.

Presiden Joko Widodo tidak hanya membahas tentang stunting. Beliau juga berbicara mengenai angka kematian ibu ketika melahirkan. Ia juga mengatakan jika angka kematian ibu melahirkan terus mengalami penurunan.

“Jangan sampai jika negara lain sudah berbicara virtual reality, internet of thing, big data, bitcoin namun di kita stunting saja belum selesai. Sehingga bagaimana negara kita bisa bersaing, berkompetensi, jadi persoalan kesehatan basic seperti ini yang harus diselesaikan lebih dulu.” ujar Presiden.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan sudah menggagas program untuk mencegah stunting salah satunya yaitu dengan program ISI PIRINGKU dimana program ini adalah pembaruan dari jargon lama 4 Sehat 5 Sempurna yang dinilai sudah tidak relevan lagi.

Selain itu pemerintah juga sudah rutin mensosialisasikan program GERMAS dan Perilaku Hidup Bersih Sehat sebagai fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang sehat sehingga mampu bersaing menghadapi kemajuan zaman dalam skala internasional.



Artikel Sebelumnya
Pemberdayaan Masyarakat, Sarat akan Makna
Artikel Selanjutnya
Bagaimana melindungi anak dari kekerasan fisik dan kejahatan seksual?