Dukungan Promkes Dalam Penanganan Kesehatan Akibat Gempa dan Tsunami Palu dan Donggala

Dalam upaya kontribusi penanganan kesehatan pasca bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Tim Gerak Cepat (TGC) Promkes dan PM Kementerian Kesehatan akan melaksanakan kegiatan penanganan kesehatan di lokasi pengungsian. Dalam kegiatan tersebut, TGC Promkes akan bertugas selama 10 hari dari tanggal 11-20 Oktober 2018. Tim TGC Promkes sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tengah dan selanjutnya melakukan koordinasi dengan seluruh Koordinator relawan dan Tim Kesehatan untuk mendapatkan informasi awal terkait kondisi lapangan.

Tim TGC Promkes akan melaksanakan kegiatan penanganan masalah kesehatan di pengungsian karena adanya masalah kesehatan seperti Diare, Ispa, Hipertensi dan penyakit kulit. Tim TGC Promkes akan melakukan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) agar para pengungsi bisa tetap sehat selama berada di pengungsian.

Penyuluhan PHBS ini akan sangat bermanfaat untuk para pengungsi agar tidak mudah sakit selama berada di pengungsian. Penanganan kesehatan ini akan difokuskan terhadap anak-anak dan ibu hamil. Anak-anak nantinya akan diajak bermain sambil belajar selama berada di pengungsian.

Pada hari Jum'at 12 Oktober 2018, Tim TGC Promkes dan PM akan melakukan beberapa kegiatan seperti koordinasi dengan Kadinkes serta Tim kesehatan dan Relawan, serta pemasangan media informasi kesehatan di Taman Latulemo berupa spanduk, poster-poster, layar untuk pemutaran film kesehatan, penyuluhan PHBS di Pengungsian dan memfasilitas kunjungan Wakil Presiden dan Sekjen PBB.

Malam harinya berlokasi di Taman Latulemo (depan Kantor Walikota Palu) diadakan kegiatan penyuluhan kesehatan di tiap-tiap tenda pengungsian.


 



Artikel Sebelumnya
Pemberdayaan Masyarakat, Sarat akan Makna