Pelatihan Fasilitator Pemberdayaan Kader Posyandu
| Dilihat 1808 Kali

Pelatihan Fasilitator Pemberdayaan Kader Posyandu

Pelatihan Fasilitator Pemberdayaan Kader Posyandu

Pemberdayaan Masyarakat adalah segala upaya fasilitasi yang bersifat non instruktif, guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat, agar mampu mengidentifikasi masalah yang dihadapi, potensi yang dimiliki, merencanakan dan melakukan pemecahannya dengan memanfaatkan potensi setempat.Adapun wahana pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan adalah desa dan kelurahan siaga aktif yang telah ditetapkan dalam keputusan menteri kesehatan nomor 1529 tahun 2010 tentang pedoman umum pengembangan desa dan kelurahan siaga aktif.Proses Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan desa dan kelurahan siaga aktif dapat dilihat dari upaya masyarakat dalam melakukan siklus pemecahan masalah yang terdiri dari melakukan pengenalan kondisi desa, identifikasi permasalahan kesehatan, musyawarah desa/kelurahan, menyusun perencanaan partisipatif, pelaksanaan kegiatan hingga pembinaan kelestarian. Dalam melakukan proses tersebut masyarakat juga didampingi dan difasilitasi oleh fasilitator pemberdayaan masyarakat.Untuk itu dalam rangka mendukung pembangunan kesehatan di Indonesia, khususnya dalam upaya memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat, mandiri dan berkeadilan melalui pengembangan desa dan kelurahan siaga aktif, Kementerian Kesehatan menyelenggarakan Pelatihan Fasilitator Pemberdayaan Kader Posyandu pada tanggal 30 Juni – 4 Juli 2013 di Hotel Grand Legi, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Pelatihan diikuti oleh 29 orang peserta yaitu 14 orang peserta dari Dinas Kesehatan, 11 orang dari BPMD dan 4 orang dari Pusat Promosi Kesehatan.Pelatihan ini diselenggarakan oleh Pusat Promosi Kesehatan Kemenkes bekerjasama dengan Pusdiklat Aparatur, Kemenkes dan Direktorat Kelembagaan dan pelatihan masyarakat, Kemendagri. Adapun Pendanaan untuk kegiatan pelatihan ini berasal dari Astellas Asia Oceania Foundation yang merupakan bagian dari Nota Kesepahaman yang telah ditandatangai kedua belah pihak.Master Of Trainer pelatihan berasal dari Pusdiklat Aparatur (drg. Sri Sugiarti) dan Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat (Walirimba Thamrin) sedangkan Fasilitator Pelatihan berasal dari Save The Children (Harun Anggo) dan Mercycorps (Farida Ayu Erikawati)Pelatihan dibuka oleh dr. Yusharmen, D.Comm,H, M.Sc, selaku Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat dan didampingi dr. Lily S. Sulistyowati, MM selaku Kepala Pusat Promosi Kesehatan serta dr. H. Moch. Ismail selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB.Proses pelatihan menggunakan metode curah pendapat, tanya jawab, diskusi, bermain peran dan praktik lapang.Selain itu juga menggunakan metode-metode partisipatif pembelajaran orang dewasa.Dalam pelatihan ini dilakukanPraktik lapang di 4 dusun Desa Dasan Tapen yang merupakan desa sasaran model, dengan melibatkan kepala dusun dan kader dari masing-masing dusun. Praktik lapang dilakukan dengan melakukan simulasi proses identifikasi permasalahan kesehatan, musyawarah desa/kelurahan, menyusun perencanaan partisipatif.Setelah pelatihan ini Kepala Pusat Promosi Kesehatan akan mengirimkan surat kepada Kepala Dinas Provinsi dan Kabupaten/Kota serta Kepala BPMD Provinsi dan Kabupaten/Kota masing-masing peserta untuk menindaklanjuti kegiatan pasca-pelatihan



Artikel Sebelumnya
Pemberdayaan Masyarakat, Sarat akan Makna
Artikel Selanjutnya
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Tempat Umum