Tenaga Pendidik dan Kependidikan DKI Jakarta Mulai Divaksinasi Covid-19
| Dilihat 1168 Kali

Tenaga Pendidik dan Kependidikan DKI Jakarta Mulai Divaksinasi Covid-19

Tenaga Pendidik dan Kependidikan DKI Jakarta Mulai Divaksinasi Covid-19

Pada Hari Rabu, 24 Februari 2021 telah dilaksanakan vaksinasi covid-19 gelombang kedua bagi pelayan publik dengan sasaran 650 orang pendidik dan tenaga kependidikan dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga perguruan tinggi termasuk di dalamnya asosiasi profesi guru. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 70 Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan mulai pukul 08.00 WIB yang dibagi menjadi 3 gelombang untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan.

Sekitar pukul 11.10 WIB Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan datang meninjau pelaksanaan vaksinasi ke lokasi kegiatan. Dengan memprioritaskan pemberian vaksin kepada tenaga pendidik, Presiden berharap kegiatan belajar mengajar tatap muka bisa segera dilakukan.

“Targetnya pada bulan Juni nanti lima juta guru, pendidik dan tenaga kependidikan insyaallah sudah bisa kita selesaikan semuanya sehingga di bulan Juli saat mulai ajaran baru semuanya bisa berjalan normal kembali. Saya kira targetnya itu,” tandasnya.

Sejalan dengan harapan dan target yang diungkapkan Presiden, para guru yang hadir mengungkapkan rasa senang dan bangga dapat menjadi sasaran prioritas dalam penerimaan vaksin covid-19. Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk usaha bapak ibu guru yang sudah sangat rindu melakukan pembelajaran tatap muka untuk memutus mata rantai penyebarluasan virus covid-19. Kekhawatiran yang dialami beberapa guru sebelum menerima vaksin seketika hilang setelah membaca testimoni dari sumber yang terpercaya dan setelah merasakannya sendiri, untuk itu para guru juga diharapkan dapat menyampaikan informasi yang benar serta mengedukasi tentang vaksinasi covid-19 bagi siswa maupun orang disekitarnya. “Kepada guru-guru yang sudah divaksin testimoni dari mereka menjadi penting. Namun para pemangku kepentinganlah yang paling berperan untuk menyosialisasi ini agar masyarakat lebih memahami kebijakan vaksinasi,” ujar Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Danang Hidayatullah.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang terlalu lama dapat menyebabkan kehilangan kemampuan dan pengalaman belajar pada siswa atau learning lost adalah alasan pemilihan tenaga pendidik sebagai prioritas penerima vaksin covid-19. Apabila program vaksinasi nasional ini dapat berjalan dengan baik, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengharapkan pada tahun ajaran baru di 2021 sekolah tatap muka sudah bisa dilakukan tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan memperhatikan kapasitas siswa yang hadir.

“Bapak Ibu disini, orang tua pasti mengerti, semakin muda (usia) semakin sulit melaksanakan PJJ, dan mereka yang paling membutuhkan interaksi fisik, interaksi tatap muka. Tapi sekali lagi, walaupun tatap muka harus dengan tetap protokol kesehatan yang sudah ditetapkan Kementerian Kesehatan dan Kemendikbud.” ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Kemendikbud juga akan mendukung dan membantu Kemenkes dalam mengkoordinasikan pelaksanaan vaksinasi covid-19 bagi pendidik dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia sesuai prioritas dari jenjang pendidikan paling rendah hingga tinggi.

Kegiatan vaksinasi covid-19 massal dengan sasaran pendidik dan tenaga kependidikan pada hari ini merupakan kelanjutan program vaksinasi massal nasional yang telah dimulai sejak 13 Januari 2021. Setelah dilaksanakan di DKI Jakarta, vaksinasi covid-19 bagi pendidik dan tenaga kependidikan ini diharapkan bisa dicontoh oleh provinsi-provinsi lain.

Kontributor: Marsha Anindita, S.Ds

Editor: Eunice Margarini, SKM, MIPH



Artikel Sebelumnya
Pemberdayaan Masyarakat, Sarat akan Makna
Artikel Selanjutnya
Pakai Masker Yang Bisa Dikalungi? Praktis Sih, Tapi...