Menteri Kesehatan Tinjau Langsung Penanganan Stunting Berbasis Elektronik di Sumedang

| Dilihat 1025 Kali

Menteri Kesehatan Tinjau Langsung Penanganan Stunting Berbasis Elektronik di Sumedang
Menteri Kesehatan Tinjau Langsung Penanganan Stunting Berbasis Elektronik di Sumedang

Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan (Menkes) melakukan peninjauan langsung terhadap penanganan stunting berbasis elektronik di Kabupaten Sumedang. Adapun kunjungan tersebut dilakukan pada tanggal 10 Februari 2023 yang lalu.

Dalam kunjungannya, Menkes berkesempatan untuk melihat langsung implementasi program penanganan stunting berbasis elektronik di Kabupaten Sumedang. Menkes Budi memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah daerah Sumedang dalam menangani stunting, termasuk dalam penerapan teknologi berbasis elektronik.

Dony Ahmad Munir selaku Bupati Sumedang menjelaskan bahwa Pemerintah Sumedang menggunakan platform Sistem Informasi Penanganan Stunting Terintegrasi atau Simpati yang dapat menghubungkan berbagai kepentingan mulai dari kader Posyandu, Puskesmas, desa, dinas terkait, dan pimpinan daerah, untuk mendapatkan laporan stunting.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sumedang juga memiliki Sistem Informasi Geospasial Online (Sigeon). Teknologi ini digunakan untuk memetakan berbagai data sampai di masing-masing rumah penduduk. Melalui dua platform tersebut, Kabupaten Sumedang berhasil menurunkan angka stunting dengan cukup signifikan dalam 5 tahun terakhir, yaitu 32,2 persen pada tahun 2018, menjadi 8,27 persen di tahun 2022.

Secara umum, Menkes Budi mengungkapkan bahwa program penanganan stunting berbasis elektronik dapat membantu meningkatkan koordinasi antara berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan stunting, termasuk pihak kesehatan, pendidikan, dan sosial. Dengan adanya koordinasi yang baik, diharapkan penanganan stunting dapat menjadi lebih efektif dan efisien.

Selain itu, Menkes Budi juga tidak lupa menekankan mengenai pentingnya peran keluarga serta masyarakat dalam pencegahan dan penanganan stunting. Keluarga memiliki peran penting dalam memberikan asupan gizi yang cukup dan memastikan anak mendapatkan perawatan kesehatan yang memadai.

Sebagai penutup, Menkes juga memberikan arahan kepada semua pihak terkait untuk terus bekerja sama dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. Diharapkan dengan adanya program penanganan stunting berbasis elektronik dan dukungan dari semua pihak, angka stunting di Indonesia dapat terus menurun.