Dukung Program BIAN, 7 Gubernur Berkomitmen untuk Mendukung

| Dilihat 279 Kali

Dukung Program BIAN, 7 Gubernur Berkomitmen untuk Mendukung
Dukung Program BIAN, 7 Gubernur Berkomitmen untuk Mendukung

Menciptakan generasi penerus yang unggul dan tangguh dibutuhkan kolaborasi dan komitmen yang kuat dari berbagai elemen masyarakat. Hal ini dilakukan guna menunjang daya saing Indonesia di masa mendatang dalam menghadapi berbagai permasalahan dunia

Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) merupakan momentum penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) seperti campak, hepatitis, polio, tetanus, rubela, dan difteri serta mengurangi kesenjangan imunitas di masyarakat. Hal ini sejalan dengan pilar pertama transformasi sistem kesehatan yakni transformasi layanan kesehatan primer dengan memperkuat upaya promotif preventif untuk menciptakan lebih banyak orang sehat. Program BIAN ini sebagai wujud gerakan bersama agar semakin banyak anak-anak yang mendapatkan perlindungan tambahan pada anak sehingga dapat menciptakan generasi penerus bangsa yang unggul dan tangguh.

Tujuh Gubernur di Jawa dan Bali menyatakan siap mendukung dan berkomitmen menyukseskan program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tahap II. Program ini akan mulai dilaksanakan bulan Agustus 2022. Dukungan ini disampaikan dalam acara “Rembuk Aksi Kolaborasi untuk Imunisasi” yang digelar di Bangsal Kepatihan, Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Juli 2022.

Berikut ini adalah ketujuh gubernur yang melakukan tanda tangan komitmen tersebut, diantaranya adalah:

  1. Gubernur DI Yogyakarta

  2. Gubernur Banten

  3. Gubernur DKI Jakarta

  4. Gubernur Jawa Barat

  5. Gubernur Jawa Tengah

  6. Gubernur Jawa Timur

  7. Gubernur Bali

Dalam keterangannya, Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan menyatakan bahwa BIAN hadir bukan sebagai program, namun sebagai bentuk kerjasama antara pemerintah dengan stakeholder terkait.

Dengan adanya penandatanganan komitmen yang dilakukan oleh ketujuh gubernur dari Jawa-Bali tersebut, diharapkan mampu memberikan manfaat yang baik bagi perkembangan balita di seluruh Indonesia. Hal ini dikarenakan mengingat sebanyak 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama masa pandemi.

 

Review: Astasari