Hari Kanker Anak Sedunia

Tanggal Kegiatan : 15 Februari 2020

Lokasi Kegiatan : -

Deskripsi Kegiatan :

Seperti yang telah diketahui bahwa sampai saat ini kanker merupakan salah satu penyebab kematian diurutan ketiga terbanyak di Indonesia sesudah jantung dan stroke. Terdapat beberapa jenis penyakit kanker yang ternyata rentan menyerang manusia tetapi selama ini mungkin belum banyak diketahui. 

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh dr. Cut Putri Arianie, M.H.Kes selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dapat diketahui bahwa terdapat faktor-faktor risiko kanker. Adapun faktor-faktor tersebut antara lain jenis kelamin atau keturunan, usia, serta ras atau etnik pada beberapa negara. 

Selain itu, dr. Cut juga menyatakan bahwa penyakit kanker sebetulnya bisa dicegah dengan menerapkan perilaku hidup sehat misalnya dengan olahraga rutin, berhenti merokok serta memperbanyak konsumsi buah dan sayur. 

Penyakit kanker yang rentan menyerang manusia terdiri dari 3 kelompok yaitu pria, wanita dan anak-anak. Jenis kanker yang dominan menyerang wanita yaitu kanker serviks dan kanker payudara. Sedangkan kanker yang menyerang pria terbanyak yaitu kanker kolorektal dan paru. Pada anak-anak jenis kanker yang rentan menyerang yaitu leukimia atau kanker darah yang hingga saat ini masih tetap tinggi. 

Dokter Cut juga menambahkan bahwa angka kematian se dunia yang disebabkan oleh kanker pada tahun 2018 setidaknya mencapai 9,6 juta. Sedangkan di Indonesia pada tahun yang sama jumlah angka kematian akibat kanker berjumlah 207.210. Dimana angka kematian jika direfleksikan dengan pembiayan kesehatan menunjukkan angka yang cukup tinggi. Bahkan besar pembiayaan JKN untuk pasien kanker pada tahun 2018 mencapai 3,41 T. Sebanyak 70 persen kasus penyakit kanker di Indonesia diketahui sesudah dalam stadium lanjut. 

Dalam upaya pencegahan serta pengendalian kanker di Indonesia maka Kemenkes memberikan perhatian khusus terhadap 4 pilar yaitu : 

  1. Pilar pertama tentang Promosi Kesehatan
    Berkaitan dengan promosi kesehatan yaitu bagaimana Kemenkes dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kanker. 

  2. Pilar kedua tentang Deteksi Dini
    Mengenai deteksi dini, sesuai yang disampaikan oleh dr. Cut bahwa meskipun seseorang merasa dirinya sehat namun seharusnya tetap melakukan cek kesehatan secara berkala melalui fasilitas layanan kesehatan. 

  3. Pilar ketiga tentang Perlindungan Khusus (Vaksinasi)
    Memberikan perlindungan khusus misalnya melalui vaksinasi, meskipun untuk saat ini hanya tersedia vaksinasi kanker untuk kanker serviks. Vaksin tersebut dapat diberikan untuk anak perempuan yang berusia 11-12 tahun yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

  4. Pilar Keempat tentang Pengobatan
    Pengobatan dilakukan dengan memperkuat rumah sakit menggunakan fasilitas dan peralatan kesehatan yang lengkap. Selain itu menyediakan dokter yang mumpuni untuk menangani pasien.